Sports

now browsing by category

 

UEFA Nations Portugal vs Italia dan Prancis vs Belanda

UEFA Nations League akan digelar mulai pekan ini. Di bulan September ini, akan ada dua matchday yang bakal melangsungkan kompetisi antar tim nasional negara-negara Eropa. Dan berikut jadwal matchday 2 di bulan September UEFA Nations Portugal vs Italia dan Prancis vs Belanda.

Beberapa pertandingan besar akan langsung bisa dilihat sejak matchday 1. Di matchday 1, beberapa partai besar antara lain Jerman vs Prancis, Inggris vs Spanyol dan juga Italia vs Polandia

Bila Bolaneters belum tahu apa sih UEFA Nations League itu? Siapa saja pesertanya? Seperti apa sistem kompetisinya? Silakan klik tautan di sini.

Tak kalah seru juga jadwal UEFA Nations League matchday 2. Penasaran? Scroll ke bawah ya Bolaneters untuk mendapatkan jadwal lengkapnya.

1 dari 5
Minggu 9 September 2018
Liga B

Grup 1: Ukraina vs Slovakia, 20:00 WIB
Grup 4: Denmark vs Wales, 23:00 WIB
Liga C

Grup 3: Bulgaria vs Norwegia, 23:00 WIB
Liga D

Grup 1: Georgia vs Latvia, 23:00 WIB
Grup 4: Makedonia vs Armenia, 23:00 WIB
2 dari 5
Senin 10 September 2018
Liga A

Grup 1: Prancis vs Belanda, 01:45 WIB
Liga C

Grup 3: Siprus vs Slovenia, 01:45 WIB
Liga D

Grup 4: Liechtenstein vs Gibraltar, 01:45 WIB
3 dari 5
Selasa 11 September 2018
Liga A

Grup 3: Portugal vs Italia, 01:45 WIB
Liga B

Grup 2: Swedia vs Turki, 01:45 WIB
Liga C

Grup 1: Skotlandia vs Albania, 01:45 WIB
Grup 4: Serbia vs Rumania, 01:45 WIB
Grup 4: Montenegro vs Lithuania, 01:45 WIB
Liga D

Grup 1: Andorra vs Kazakhstan, 01:45 WIB
Grup 3: Malta vs Azerbaijan, 01:45 WIB
Grup 3: Kosovo vs Kepulauan Faroe, 01:45 WIB
4 dari 5
Rabu 12 September 2018
Liga A

Grup 2: Islandia vs Belgia, 01:45 WIB
Grup 4: Spanyol vs Kroasia, 01:45 WIB
Liga B

Grup 3: Bosnia vs Austria, 01:45 WIB
Liga C

Grup 2: Finlandia vs Estonia, 01:45 WIB
Grup 2: Hungaria vs Yunani, 01:45 WIB
Liga D

Grup 2: Moldova vs Belarusia, 01:45 WIB
Grup 2: San Marino vs Luksemburg, 01:45 WIB.
Selain pertandingan-pertandingan UEFA Nations League di dua matchday tersebut, pertandingan persahabatan yang menjadi kalender FIFA dan melibatkan tim nasional negara Eropa masih tetap digelar. Berikut jadwalnya Bolaneters.

Jadwal Persahabatan Negara Eropa
5 September: Slovakia v Denmark
6 September: Austria v Swedia, Belanda v Peru, Portugal v Kroasia
7 September: Skotlandia v Belgia
9 September: Jerman v Peru10 September: Rusia v Republik Ceko
11 September: Inggris v Swiss, Irlandia Utara v Israel, Polandia v Irlandia.

Klasemen Medali Asian Games 2018 Korut Membayangi Indonesia di 5 Besar

Indonesia masih mempertahankan posisi lima besar dari pada klasemen perolehan medali Asian Games 2018 hingga hari ketujuh penyelenggaraan, Sabtu (25/8/2018). Kontingen Indonesia juga meneruskan tradisi meraih medali emas pada setiap hari penyelenggaraan Asian Games 2018. Pada hari ketujuh, medali emas didapat dari cabang tenis.

Pasangan Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi meraih medali emas dari nomor ganda campuran. Total, kontingen Indonesia sudah mengumpulkan 10 emas hingga Sabtu malam. Namun, posisi Indonesia di lima besar terancam oleh Korea Utara yang juga sudah mengumpulkan 10 emas.

Korut cuma kalah dari koleksi medali perak dan perunggu.

Berikut adalah daftar perolehan medali Indonesia hingga Sabtu (25/8/2018):

Medali emas – 10

 

Khoiful Mukhib (downhill)

Tiara Andini Prastika (downhill)

Eko Yuli Irawan (angkat berat)

Defia Rosmaniar (taekwondo)

Lindswell Kwok (wushu)

Tim putra ketepatan mendarat (paralayang)

Jafro Megaranto (paralayang)

Aries Susanti Rahayu (panjang tebing)

Tim putra LM8+ (dayung)

Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi (tenis)

Medali perak – 12

 

Sri Wahyuni Agustiani (angkat besi)

Edgar Xavier Marvelo (wushu)

Tim putri ketepatan mendarat (paralayang)

Tim putra (bulu tangkis)

Tim Putra LM4 (dayung)

Puji Lestari (panjat dinding)

Tim putra quadruple scull (dayung)

Aero Sutan Aswar (jet ski)

Rifda Irfanaluthfi (senam)

I Gusti Bagus Saputra (BMX)

Tim perahu naga putri (dayung)

M Sejahtera Dwi Putra (menembak)

Medali perunggu – 16

 

Nining Porwaningsih (downhill)

Surahmat (angkat besi)

Achmad Hulaefi (wushu)

Tim putri (bulu tangkis)

Tim putra (sepak takraw)

Yusuf Widianto (wushu)

Puja Riyaya (wushu)

Julianti & Rokayah (dayung)

Rika Wijayanti (paralayang)

Aspar Jaelolo (panjat tebing)

Tim putri Women’s Four (dayung)

Agus Prayoko (senam)

Aqsa Sutan Aswar (jet ski)

Ganda putra (sepak takraw)

Wiji Lestari (BMX)

Ahmad Zigi Zaresta Yuda (karate)

Link Live Streaming E-Sports Asian Games 2018 Arena of Valor

 

Ada yang berbeda dari Asian Games 2018 ini, electronic sports (e-sports) juga dipertandingkan. Cabang e-sports kali ini baru bersifat ekshibisi, bukan olahraga yang resmi diperhitungkan dalam klasemen medali. Ada 6 nomor yang akan dipertandingkan yakni League of Legends (LOL), Heartstones, Pro Evolution Soccer (PES) 2018, Starcraft II, Clash Royale, dan Arena of Valor (AOV).

Cabor e-sports akan dipertandingkan mulai Minggu (26/8/2018) hingga 1 September mendatang. Nomor pertama yang akan dipertandingkan hari ini adalah AOV. Secara resmi, Asian Electronic Sports Federation (AESF) mengumumkan cabang esports game AOV pada Asian Games 2018. Timnas Indonesia akan bertanding melawan timnas Taiwan di pertandingan pertama pada pukul 11.30 WIB.

Pertandingan e-sports berlangsung di BritAma Arena, Kelapa Gading, Jakarta.

Untuk AOV, dapat disaksikan secara live streaming di link berikut ini:

*Catatan ini sebagai informasi belaka, Tribunjateng.com tidak bertanggung jawab atas copyrights dan kualitas siaran live streaming Arena of Valor Asian Games 2018

 

Jadwal Pertandingan Indonesia di Asian Games 2018 Hari Ini

Perjalanan kontingen Indonesia di Asian Games 2018 berlanjut di hari kedelapan, Sabtu (25/8). Berikut jadwal pertandingan kontingen Indonesia hari ini.

Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri akan tampil perdana di Asian Games 2018 pada nomor 100 meter putra di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Penampilan Zohri di Asian Games edisi ke-18 ini adalah salah satu yang paling ditunggu.

Zohri mendadak menjadi bintang Indonesia usai keluar sebagai juara dunia 100 meter U-20 di Tampere, Finlandia, Juli lalu. Sejak saat itu Zohri pun disebut-sebut memiliki peluang untuk meraih medali Asian Games.

Kendati demikian, PB PASI menegaskan tidak akan membebankan Zohri untuk meraih medali. Pada perlombaan hari ini Zohri akan tampil di babak pertama. Tetapi jika bisa masuk final, PASI peluang Zohri meraih medali terbuka lebar.

Selain Zohri, Indonesia juga akan menurunkan pelarinya di nomor maraton putra, Agus Prayogo. Meski Kemenpora tidak mengharapkan medali dari atletik, tetapi PASI berharap nomor maraton ini bisa memberikan medali.

Di cabang lainnya, sejumlah pebulutangkis Indonesia akan tampil pada hari ini di Istora Senayan. Semisal Anthony Ginting yang kembali bertemu dengan Kento Momota dari Jepang di babak 16 besar tunggal putra.

Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan menghadapi pasangan Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Di nomor tunggal putri Fitriani bentrok dengan salah satu unggulan asal India Saina Nehwal.

Tunggal putri Indonesia lainnya Gregoria Mariska juga akan melawan pebulutangkis India, PV Sindhu. Sementara di nomor ganda campuran yang juga ditarget meraih emas, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan bertemu wakil Hong Kong Reginald Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah.

Cabor voli pantai juga akan mempertandingan laga seru di JSC Voli Pantai Arena. Voli pantai putri Indonesia, Desi Ratnasari/Yokobed Purari Eka, melakoni pertandingan perempat final melawan wakil China Wang Fan/Xia Xinyi. Sedangkan di nomor putra Gilang Ramadhan/Danangsyah Pribadi akan melawan pasangan Oman Nouh Al Jalbubi/Mazin Al Hashmi.

Cabor dayung dari nomor kano perahu tradisional (TBR) 200 meter putra dan putri juga akan digelar di Jakabaring Sports City. Nomor TBR ini merupakan salah satu yang ditarget meraih emas di Asian Games 2018.

Jadwal Pertandingan Kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Hari Ini:

Atletik

Maraton putra/ SUGBK/ 06.00 WIB
100 meter putra/ SUGBK/ 07.00 WIB

Bulutangkis

Tunggal putra/ Babak 16 besar/ Istora Senayan/ 13.00 WIB
Ganda putra/ Babak 16 besar/ Istora Senayan/ 13.00 WIB
Tunggal putri/ Babak 16 besar/ Istora Senayan/ 13.00 WIB
Ganda campuran/ Perempat final/ Istora Senayan/ 13.00 WIB

Dayung

Kano TBR 200 m putra/ Final/ Jakabaring/ 09.00 WIB
Kano TBR 200 m putri/ Final/ Jakabaring/ 09.00 WIB

Voli Pantai

Putri/ Perempat final/ Jakabaring/ 09.00 & 15.00 WIB
Putra/ Perempat final/ Jakabaring/ 10.00 & 14.00 WIB

Perancis Raih Gelar Juara Piala Dunia 2018 Usai Taklukkan Kroasia Final Piala Dunia Paling Seru

Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 setelah menang 4-2 atas Kroasia pada laga final Piala Dunia 2018, Minggu (15/7/2018) di Luzhniki Stadium, Moskow. Kedua tim menurunkan pasukan terbaiknya pada pertandingan ini. Prancis masih mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Hugo Lloris, Raphael Varane, Paul Pogba, Antoine Griezmann, dan Olivier Giroud.

Sedangkan Kroasia juga masih mengedepankan sistem yang sama seperti Prancis. Pelatih Dalic masih menurunkan Danijel Subasic, Dejan Lovren, Luca Modric, Ivan Perisic, dan Mario Mandzukic sebagai poros andalannya. Kroasia langsung mengambil inisiatif serangan pada menit-menit awal. Pergerakan pemain lini depan tim Zlatko Dalic ini memaksa gelandang Prancis seperti Paul Pogba turun membantu pertahanan.

Peluang terbaik Kroasia datang pada menit ke-14 setelah Ivan Perisic melakukan solo run ke kotak penalti Les Bleus. Apes bagi Kroasia, Samuel Umtiti masih bisa menyapu bola operannya sebelum menemukan Mario Mandzukic.

Justru Prancis-lah yang unggul lebih dulu pada menit ke-18. Tendangan bebas Antoine Griezmann mengenai kepala Mario Mandzukic dan meluncur masuk ke gawang Daniel Subasic.

Tertinggal satu gol tidak membuat mental Kroasia jatuh Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-28 lewat tendangan Ivan Perisic dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan Domagoj Vida. Namun, Perisic justru membuat kesalahan pada menit ke-35. Rekaman VAR menunjukkan dia melakukan handball di kotak penalti. Antoine Griezmann sukses mengeksekusi penalti menaklukkan Danijel Subasic.

Memasuki babak kedua, Kylian Mbappe nyaris menambah keunggulan Prancis. Beruntung bagi Kroasia, Subasic masih bisa mengamankan tembakan pemain Paris Saint-Germain tersebut. Paul Pogba yang mengubah skor menjadi 3-1. Tembakannya yang mengenai pemain Kroasia memantul kembali ke kakinya.

Pemain Manchester United tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua dan melepas tembakan tanpa bisa dicegah barisan pertahanan Kroasia. Prancis semakin bersemangat. Kylian Mbappe membuat skor berubah menjadi 4-1 pada menit ke-65 via tendangan dari luar kotak penalti menyambut umpan Lucas Hernandez.

 

Demi Kemaslahatan Bersama, Messi Sebaiknya Pensiun dari Timnas

Demi Kemaslahatan Bersama, Messi Sebaiknya Pensiun dari Timnas, Kekalahan Argentina 0-3 dari Kroasia dalam lanjutan Grup D Piala Dunia 2018 tadi malam memang terasa lebih menyesakkan bagi Maradona. Bukan hanya karena skor telak yang diderita Albiceleste, namun juga kekalahan tersebut bertepatan dengan hari bersejarah saat “gol tangan tuhan” muncul pada Piala Dunia 1986.

Sebelum laga dimulai, Maradona tampak penuh semangat. Ia berjingkrak-jingkrak dan berteriak ke tribun bawah sambil memutar-mutar jersey kedua Argentina bernomor 10. Ia juga memamerkan sebuah kaos bertuliskan “te quiero pero soy un bardo” yang jika diterjemahkan secara bebas kurang lebih berarti: “Saya mencintaimu, tapi saya adalah seorang pesakitan”.

Wajah Maradona sudah mulai tercengang usai Caballero membuka kran gol Kroasia melalui blunder fatal di menit 53. Ia makin frustrasi setelah Luka Modric menambah luka bagi Albiceleste. Dan puncak kegetiran Maradona tak dapat ditahan lagi kala Kroasia menambah gol mereka dengan cara yang tampak seperti dalam suasana latihan: tik-tak antara Mateo Kovavic dan Rakitic di muka gawang Argentina yang hanya menyisakan seorang Federico Fazio.

Sebelum laga, pelatih Kroasia Zlatko Dalic sempat mengatakan: “Saya tidak bilang Argentina adalah lawan termudah. Saya bilang inilah laga yang paling mudah bagi kami. Kami tak memiliki beban. Kami bermain melawan salah satu tim yang terbaik.”

Dalic mungkin hanya sedang melakukan perang pikiran. Dengan telah mengantongi satu kemenangan usai laga perdana melawan Nigeria, Kroasia cukup mengejar hasil imbang lawan Argentina, dengan asumsi mereka akan meraih kemenangan atas Islandia di laga terakhir. Terlepas apa alasan Dalic, skor telak di laga tersebut memang membenarkan ucapannya: Argentina adalah lawan yang mudah dikalahkan.

Perancis tidak menemukan Argentina yang mudah-mudah amat untuk dikalahkan. Setidaknya Perancis kebobolan tiga gol. Namun 4 gol yang dicetak Perancis membuktikan: jika pun Argentina bukan tim yang mudah, namun pertahanan mereka memang enteng betul untuk dibobol.

Lionel Messi tentu saja menjadi sorotan, bahkan lebih disorot ketimbang Jorge Sampaoli. Apa boleh bikin, dalam perkara satu ini, La Pulga memang tak punya pilihan: kegagalan Argentina, tidak bisa tidak, akan menjadi terutama kegagalan dirinya.

Messi Seharusnya Jadi Pemain Timnas Spanyol

Ada kutipan menggelora di kalangan pemberontak saat Revolusi Prancis: Ils doivent envisager qu’une grande responsabilité est la suite inséparable d’un grand pouvoir. Dalam Bahasa Inggris, kutipan tersebut kurang lebih berarti: They must consider that great responsibility follows inseparably from great power.

Berpuluh tahun ke depan, beberapa tokoh seperti Winston Churchill dan Theodore Roosevelt, juga menggunakan kutipan tersebut dalam beberapa pidato mereka. Dan makin populer sejak Uncle Ben, paman Peter Parker, turut mengutipnya secara sepenggal dalam komik Spiderman edisi Amazing Fantasy #15 yang terbit pada 1962: With great power comes great responsibility.

Akhir-akhir ini, tiada orang yang lebih tepat selain Messi untuk disandingkan dengan kutipan tersebut. Sebagai salah satu pemain terbaik dunia sepanjang sejarah, Messi memikul beban berat untuk membawa Argentina meraih berbagai trofi bergengsi. Dialah sang penerus Maradona, bahkan dengan catatan statistik yang jauh lebih berkilau dari seniornya tersebut.

Apa daya, jangankan meraih trofi bergengsi, untuk lolos dari fase grup di Piala Dunia 2018 ini saja Argentina harus menggantungkan nasibnya kepada negara lain. Semua makin terasa pahit jika melihat kemungkinan bahwa inilah turnamen terakhir bagi Messi untuk membuktikan bahwa dirinya memang layak diandalkan setelah kalah dalam empat final (Piala Dunia 2014, Copa America 2007, 2015, 2016).

Tentu tidak untuk membebankan semua kepada Messi. Terlebih ketika skuat Argentina juga turut diisi beberapa pemain bagus seperti Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, Otamendi hingga Angel Di Maria (nama-nama yang menjadi juara di liga-liga terbaik Eropa: Inggris, Italia, dan Perancis). Namun, sebagaimana kutipan di atas, siapa yang memiliki kekuatan terbesarlah yang wajib memikul tanggung jawab tertinggi. Dalam hal ini, tidak bisa tidak, Messi pula orangnya.

Messi telah belajar memikul beban berat sejak ia masih kanak. Kala itu, pada usia 8 tahun, ia didakwa menderita Growth Hormone Deficiency (GHD), sebuah penyakit yang menyebabkan pertumbuhan tubuh terhambat. Selama bertahun-tahun ia harus diinjeksi dengan suntikan hormon demi dapat bertahan hidup. Ekonomi keluarganya pun berantakan karena biaya medis perawatan Messi kelewat mahal.

Namun, dengan bakat jenius dalam mengolah si kulit bulat yang dimilikinya, Messi mulai mendapat secercah asa untuk mengobati penyakitnya tersebut. Hal ini terjadi pada awal tahun 2000-an, sejak ayah Messi, Jorge, kedatangan dua agen sepakbola: Martin Montero dan Fabian Soldini. Mereka mengaku kepincut dengan Messi setelah menyaksikan aksi La Pulga tampil di turnamen junior bersama Newell’s Old Boys. Kepada Jorge, kedua agen tersebut menawarkan rencana prestisius: akan mengorbitkan anaknya.

Montero dan Soldini lalu menceritakan soal Messi kepada kenalan mereka bernama Horacio Gaggioli, seorang pebisnis properti di Barcelona. Dari Gaggioli, cerita tersebut disampaikan kepada rekannya yang lain, Josep Maria Minguella, pebisnis yang juga salah satu pemilik saham di Barcelona dan kenal dekat dengan Direktur Teknis Barcelona saat itu, Carles Rexach. Messi pun diberi kesempatan untuk uji coba di Barcelona.

Pada Minggu, 17 September 2000, bersama ayahnya dan Soldini, Messi kemudian berangkat dari rumahnya di Rosario, Argentina, terbang melintasi Atlantik menuju Barcelona sejauh 10.460 km. Usianya masih 13 tahun kala itu. Setibanya di bandara El Prat, mereka sudah ditunggu Gaggioli. Dari sana, rombongan diantar ke Hotel Plaza yang terletak di kaki bukit Montjuic di Catalonia untuk beristirahat.

Keesokan harinya, Messi sudah diajak latihan bersama tim muda Barcelona yang di antaranya ada Cesc Fabregas dan Gerard Pique. Seketika, mereka pun dibuat termenung dengan kehadiran bocah yang memiliki tinggi tak sampai lima kaki atau hanya sekitar 150cm itu. Di lapangan, Messi begitu trengginas dengan kemampuan olah bola yang seolah hadir dari semesta yang lain. Di ruang ganti, ia amat pendiam layaknya bocah aneh yang memiliki kehidupannya sendiri. El Mudo, demikian julukan Messi dulu, Si Pendiam.

Awal Oktober 2000, Rexarch bersama beberapa staf lain hadir dalam sesi latihan tim muda Barcelona untuk melihat langsung Messi bermain. Dan tak sampai dua menit, ya, dua menit, ia segera memutuskan: Blaugrana harus meminang Messi.

“Setelah dua menit, saya sudah tahu jawabannya. Semua orang juga akan berpikiran yang sama. Kami harus meminang bocah ini sekarang juga,” ujar Charly, panggilan Rexarch, kala itu.

Hanya saja, situasi Barca yang kala itu cukup rumit membuat persoalan tidak semudah yang dibayangkan. Joan Gaspart baru terpilih sebagai presiden, Luis Figo juga sudah hijrah ke Real Madrid, sementara Barca juga tidak memiliki kebijakan mengambil pemain dari luar Catalonia atau luar Eropa jika ia tidak benar-benar bagus.

Namun, Rexarch tetap bersikeras. Ia meyakinkan para petinggi klub untuk mengikat Messi, membantu biaya perawatannya sebesar 1000 euro per bulan hingga benar-benar sembuh, termasuk membayar biaya transfer kepada ayahnya sejumlah 40 ribu euro. Hingga akhirnya Messi pun resmi dipinang Barcelona dan menetap di sana sejak saat itu.

Di usia yang masih kanak, dengan kondisi tubuh yang begitu ringkih, Messi mesti berpisah dari keluarganya di Rosario, meninggalkan teman-teman yang biasa bermain bola bersamanya di jalan bernama Israel Street, serta tidak lagi dapat melihat Antonella Roccuzzo: cinta pertama Messi yang kelak menjadi ibu dari anak-anaknya.

Terlepas dari beratnya beban hidup yang ditanggung Messi, ia selalu mendapatkan kasih sayang yang tak pernah putus dari berbagai orang di sekelilingnya. Pelatih pertamanya di tim senior, Frank Rijkaard, memagari Messi agar terhindar dari godaan Fabio Capello untuk membawanya ke Juventus.

Ronaldinho, bintang Blaugrana saat itu, memosisikan diri sebagai mentor sekaligus kakak yang siap melindungi Messi kapanpun. Ketika tongkat pelatih dipegang Pep Guardiola, proteksi terhadap Messi jadi kian berlapis-lapis: taktik dibangun untuknya, termasuk dengan membuang pemain-pemain bintang kelas wahid demi Messi seorang.

Pada akhirnya, semua tahu pilihan Rexarch tidak salah. Messi telah memberikan segalanya kepada Barcelona: berpuluh gelar, beratus gol, berbagai macam rekor. Jika semua itu adalah “utang”, Messi bukan saja telah melunasinya, ia bahkan menggandakannya berkali-kali lipat.

Sedemikian intimnya relasi Messi dengan Barca, maka tak heran jika banyak yang beranggap sebaiknya Messi bermain untuk timnas Spanyol saja. Seperti yang sempat diutarakan Fabregas suatu waktu: “Akan sangat fenomenal jika Leo bermain untuk Spanyol.”

Kata Mantan Pemain Persipura Jayapura Israel Wamiau Seleksi di Arema FC

Arema FC kembali kedatangan pemain baru. Mas tersebut adalah Israel Wamiau. Sebelumnya berusia 23 tahun itu sempat membela Persipura Jayapura.

Tetapi kini, ia mencoba peruntungan di Arema FC. Memang statusnya saat ini masih trial. Hari Senin (12/3/2018) pagi pemain asal Papua itu sudah bergabung latihan. Ia berharap bisa bergabung secara resmi dengan klub berlogo Singa mengepal itu.

“Saya senang bisa gabung dengan Arema FC meskipun masih seleksi. Manajemen yang meminta saya untuk gabung,” bebernya, Senin (12/3/2018).

Israel berharap dirinya bisa mendapat kesempatan menjadi pemain resmi Arema FC. Untuk itu, dirinya siap menunjukkan kemampuan terbaiknya agar bisa lolos seleksi.

Apalagi dirinya mengikuti seleksi karena rekomendasi manajemen. Di sisi lain, pemain yang berposisi sebagai stoper itu mengakui sebelumnya tak banyak tahu Arema FC.

Ia menyebut banyak mendapat masukan dari mantan pemain Arema FC, Marko Kabiay. Oleh karena itu, dia membulatkan tekad untuk bisa mendapat kontrak resmi di Arema FC.

“Dia (Marko Kabiay) banyak memberi saya saran. Dia bilang Arema FC tim yang bagus dan bisa membuat pemain berkembang,” tutupnya.

 

 

Penyesalan Conte Lepas John Terry Terkuak Penurunan Performa Chelsea

Club sebesar Chelsea harus menjalani laga kurang menyenangkan di kompetisi Liga Inggris musim ini. Mengapa hal ini terjadi? Pelatih Chelsea, Antonio Conte mulai mengungkapkan kondisi clubnya, sampai terkuak kata-kata penyesalan usai melepas kapten tim The Blues musim lalu, John Terry.

Menurut pelatih Chelsea, Antonio Conte, kehadiran dan profesionalisme John Terry punya dampak cukup besar saat The Blues meraih gelar Liga Inggris musim lalu.

Conte

Meskipun sebenarnya pemain asal Inggris hanya bermain di sembilan laga di Liga Inggris pada musim lalu.

Kini tanpa John Terry yang memutuskan pindah ke Aston Villa, Chelsea mengalami penurunan performa sehingga harus rela terdampar di peringkat kelima klasemen Liga Inggris.

“Musim lalu dia luar biasa, meski tidak banyak bermain tapi komitmennya luar biasa,” ujar Conte dilansir BolaSport  dari Express.

“Dia banyak membantu saya di ruang ganti dan menggunakan kata-kata yang tepat pada saat yang tepat. Yang pasti dengan Terry, kita berbicara tentang pemain dengan pengalaman hebat,” ucap Conte lagi.

Namun apa daya, Conte tak kuasa menahan kepergian Terry ke Aston Villa awal musim ini.

“Pasti bagi kami itu adalah kerugian besar. Saya mencoba mempertahankannya untuk musim ini tapi dia ingin bermain lebih banyak,” tutur dia.

Mantan pelatih Juventus ini juga siap menerima kembali John Terry jika pemain 37 tahun ini ingin kembali ke Chelsea.

“Saya pikir untuk John Terry, Chelsea adalah rumahnya dan dia bisa datang kapan pun dia mau,” ujar menambahkan.

“Pintu selalu terbuka baginya dan para pemain yang menulis sejarah klub ini. Selalu senang bertemu dengannya dan mengobrol. Baik juga bagi para pemain kami untuk melihat kapten lama mereka,” kata dia.

Bintang Muda PSV Mimpikan Bergabung dengan Real Madrid

Gelandang muda klub Belanda, PSV Eindhoven, Mauro Junior ternyata bermimpi untuk memperkuat Real Madrid. Pemain berusia 18 tahun ini pun bertekad untuk memenuhi impiannya tersebut.

“Saya bermimpi bermain bagi Barcelona, Real Madrid, Mancheser City, Manhester United. Saya tak punya prioritas, mereka semua klub besar. Saya akan bekerja keras demi mimpi saya,” ujar Mauro seperti dilansir Tribal Football.

Madrid

Mauro mulai mencuri perhatian setelah berhasil masuk ke tim utama PSV pada musim ini. Total, pemain asal Brasil ini telah mencatatkan 12 penampilan buat PSV. Madrid Sadar pemainnya punya prospek cerah, PSV pun telah mengganjar kontrak jangka panjang untuk Mauro. Menurut situs transfermarkt, PSV telah memperpanjang kontrak Junior hingga Juni 2022.

“PSV adalah klub besar. Namun saya ingin meningkat dan terus bermain seperti sekarang,” kata Junior. Madrid

Mauro Emanuel Icardi Rivero (lahir di Rosario, Argentina, 19 Februari 1993; umur 25 tahun) adalah seorang pemain sepak bola berkewarganegaraan Argentina yang bermain untuk klub Internazionale biasa bermain pada posisi penyerang .

Icardi memulai karier juniornya di klub Vecindario dan Barcelona kemudian memulai karier seniornya di klub Sampdoria.

Icardi lahir di Rosario, Argentina dan pada usia 6 tahun, pindah ke Pulau Canary, Spanyol. Ia memulai karier sepakbola Juniornya di Vecindario, di Gran Canaria, dan berhasil mencetak lebih dari 500 gol sepanjang karirnya.

Tahun 2007 dia mendapat tawaran bermain dari berbagai klub profesional di Spanyol, diantaranya FC. Barcelona, Real Madrid, Valencia, Sevilla, Espanyol, Deportivo La Coruna, dan klub dari inggris, Liverpool. Barcelona menjadi pilihannya dimana dia menandatangani kontrak hingga 2013.

Icardi bergabung dengan Tim U-17 Barcelona di musim 2008-09. Setahun berikutnya dia dipromosikan ke Tim U-19 sebelum akhirnya pindah ke Sampdoria musim 2011a dengan status pinjaman.

Ikuti Jejak Ronaldo

Mauro Junior mungkin saat ini belum bisa memenuhi impiannya bergabung dengan Real Madrid. Namun tampaknya, ia tak perlu berkecil hati.

Pasalnya, ada satu mantan pemain PSV yang juga berhasil berkostum Real Madrid. Ya, dia tak lain adalah Sang Fenomena, Ronaldo Luis Nazario de Lima. Ia membela Real Madrid dari musim 2002 hingga 2007.

Pemain Jalanan

Karier Mauro Junior tak melesat dalam semalam. Layaknya pemain Brasil lainnya, ia mengaku terbiasa bermain di jalanan saat belum menjadi pemain profesional.

“Saya selalu bermain di Jalanan. Saya pikir banyak pemain Brasil punya teknik bagus karena hal tersebut,” ujar Junior.

Kendati berasal dari jalanan, Junior memendam mimpi besar bersama timnas Brasil. “Saya ingin meningkat perlahan. Namun dalam waktu 10 tahun, saya ingin menjadi juara dunia dengan tim nasional Brasil,” kata Junior menegaskan.

Ternyata Neymar biang kerok meroketnya harga transfer

neymar

Perilaku sepanjang kepindahannya dari Barcelona ke PSG Paris dengan biaya transfer €220 juta merupakan musabab melambungnya harga transfer pemain sepak bola, kata wakil presiden Barcelona.

Jordi Mestre mengatakan pemain depan Brasil berusia 25 tahun itu bermain ‘kucing-kucingan’ dengan Barcelona sebelum dia keluar bulan Agustus lalu.

PSG membayar €220 juta (Rp3,6 triliun) untuk Neymar, yang membuat ujung tombak asal Brasil itu menjadi pemain termahal sepanjang sejarah.

Neymar

“Kami seharusnya bisa menghemat banyak uang dan kegaduhan media,” kata Mestre. “Yang paling menyakitkan adalah bagaimana semua itu terjadi.”

Neymar menandatangani kontrak baru untuk lima tahun di Barcelona pada Juli 2016, termasuk bonus pembaruan kontrak 8,5 juta euro (sekitar Rp150 miliar).

Mestre berkata: “Andai saja dia datang kepada kami dan berkata, ‘Saya ingin pergi’, akan dicapai suatu kesepakatan.”

Jika lebih jelas tentang niatnya, kata Mestre, harga transfer pemain bola tak akan melonjak gila-gilaan begitu.

“Kalau saja di memberi tahu kami ingin pindah, PSG akan bisa membelinya dengan harga lebih murah, dan kami juga akan bisa membeli pemain lain dengan harga lebih murah pula.”

Pada saat pindah, Neymar mengatakan bahwa dia “mengikuti hatinya”.

“Keputusan ini sangat sulit diambil,” katanya. “Saya bukan melakukannya demi uang. Saya melakukannya untuk motivasi dan tantangan baru.”

Sejak ditinggal Neymar, Barcelona menghabiskan £142 juta untuk mendatangkan Philippe Coutinho dari Liverpool, dan sebelumnya mendatangkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund dengan biaya awal transfer £97 juta, yang bisa naik menjadi £ 136 juta jika Dembele terlibat dalam berbagai sukses Barcelona meraih gelar.

Nadal Enggan Pikirkan Rekor Grand Slam Federer

Nadal Enggan Pikirkan Rekor Grand Slam Federer, Sukses Roger Federer menjuarai Australia Terbuka 2018 membuka jarak dengan Rafael Nadal. Namun, Nadal menolak membandingkan kariernya dengan sang maestro.

Federer mempertajam rekornya sebagai petenis putra dengan rekor Grand Slam terbanyak setelah meraih gelar ke-20 di Melbourne Park, beberapa pekan lalu. Sementara itu, Nadal hanya sampai perempatfinal usai mundur karena cedera saat bertanding melawan Marin Cilic.

Dengan demikian, pekerjaan Nadal semakin berat untuk bisa mengejar rekor Federer. Saat ini petenis kidal Spanyol itu mengoleksi 16 grand slam yang diperoleh di Prancis Terbuka (10), Australia Terbuka (1), Wimbledon (2), dan AS Terbuka (3).

Performa gemilang Federer dan kondisi fisik Nadal yang cukup rentan cedera membuat petenis 31 tahun itu bisa menyamai sang rival. Namun demikian, Nadal menegaskan bahwa mengejar Federer bukan fokusnya.

“Itu bukan sesuatu yang membuatku khawatir dan aku juga tidak memikirkannya. Aku maju terus tanpa melihat apa yang terjadi di sekitarku dan itu bukan sesuatu yang terus dibawa untuk tenis dan hidup,” ujar petenis nomor satu dunia ini kepada Ultima Hora. “Akan membuat frustrasi kalau terus membandingkan diri Anda (dengan orang lain).”

“Anda harus terus puas dengan apa yang sudah Anda lakukan dan aku puas dengan apa yang sudah kucapai, bersyukur atas apa yang kehidupan beri dan gembira untuk hal-hal baik yang terjadi pada orang lain,” sambung Nadal.

Cedera Nadal yang didapatnya di Australia tidak parah. Sang petenis akan melanjutkan musim ini dengan tampil di Meksiko Terbuka akhir bulan ini, yang turut diramaikan petenis-petenis top macam Cilic, Alex Zverev, Dominic Thiem, dan Juan Martin del Potro.